Tumpah ruah, Sebanyak 2000 warga ikuti Kajian Ahad Pagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purbalingga di Masjid Nurul Huda.
Tumpah ruah, Sebanyak 2000 warga ikuti Kajian Ahad Pagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purbalingga di Masjid Nurul Huda.
Sebanyak 2000 an warga masyarakat purbalingga, terkhusus warga desa Karangreja, dusun Kedungjampang berduyun-duyun ikut menghadiri Kajian Ahad Pagi yang diadakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purbalingga bekerjasama dengan Takmir Masjid Nurul Huda Kedungjampang.
Acara berlangsung mulai dari pukul 07.00 hingga pukul 08.00 WIB, sejak pagi KOKAM, LINMAS dan Pemuda Kedungjampang sudah stanby mengkondisikan para jama’ah yang mulai berdatangan dari berbagai arah, mereka mengatur dan menata parkir agar semua kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, bisa tertata dan terkondisikan dengan baik.
Ustadz Sudirman, S.Kom.I bertindak sebagai pemateri menyampakain materi dengan baik, Ustadz Sudirman mengangkat sebuah judul : Empat Amalan Yang Akan Menerangi Kita dan Menghindari Siksa di Alam Kubur, Ustadz Sudirman, S.Kom.I adalah Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purbalingga.

Para jama’ah sangat antusias dan mendengarkan dengan khusu’ ceramah yang disampaikan, penyampaian yang semangat dan berapi-api menjadi suasana kajian hidup dan terasa menyenangkan, disamping itu Ustadz Sudirman adalah orang asli kedungjampang sehingga sangat memahami, menguasai dan kenal dekat dengan mayoritas jama’ah yang hadir.
Pengajian ahad pagi PDM ini adalah kali pertama dilakukan di Masjid Nurul Huda Kedungjampang, masjid yang cukup besar dan megah ini terletak di lingkungan Pondok Pesantren Islam Nurul Huda Purbalingga. Ustadz Sudirman pun berharap agar masyarakat sekitar dan masyarakat umum Purbalingga lainnya untuk bisa meramaikan masjid yang sudah cukup megah itu dan ikut mensuport pendidikan pesantren yang berada di Kedungjampang yang ada di bawah naungan Yayasan Islam Nurul Huda Purbalingga. “Jangan ragu memasukkan anaknya ke Nurul Huda”, tandas Ustadz Sudirman.
“Jangan ragu memasukkan anaknya ke Nurul Huda”, tandas Ustadz Sudirman.
Pondok Pesantren Islam Nurul Huda yang berada di bawah naungan Yayasan Islam Nurul Huda Purbalingga ini memang sudah berdiri 25 tahun lamanya, telah memiliki 1000 an santri mulai dari tingkat Paud, TK, SDIT, MTs, Aliyah dan jenjang lanjut untuk Tahfidzul Qur’an.
Perwakilan Takmir Masjid selaku tuan rumah memberi sambutan. Ustadz Abdussalam, M.Pd mewakili Ustadz Ali Mubarok, M.Pd selaku takmir sekaligus ketua Yayasan Islam Nurul Huda Purbalingga yang pada kesempatan itu berhalangan hadir menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PDM Purbalingga, Perangkat Desa Karangreja, KOKAM, LINMAS, Pemuda Kedungjampang, Pengurus Takmir Masjid Nurul Huda dan Masjid Darul Mujahidin Kedungjampang, jama’ah pengajian dan seluruh masyarakat yang hadir dan terlibat dalam acara ini. Ustadz Abdussalam juga menyampaikan permohonan maaf jika ada banyak kekurangan dalam pelayanan dan penyiapan tempat dalam pelaksanaan acara tersebut. Ustadz Abdussalam berharap acara ini bisa rutin dilaksanakan dan membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Pengajian Ahad pagi ini memang sudah berjalan 65 tahun. Berkeliling dari masjid ke masjid tidak hanya dikhususkan untuk warga Muhammadiyah, tapi bebas untuk umum, masyarakat luas, siapa saja yang ingin menambah ilmu dan ukhuwah Islamiyah. Hal ini disampaikan Ustadz Sudirman dalam sesi wawancara dan diskusi atara PDM Purbalingga yang juga dihadiri oleh Ustadz Ali Sudormo, S.Pd selaku ketua PDM Purbalingga bersama Pengurus Yayasan Islam Nurul Huda Purbalingga di Masjid Nurul Huda Kedungjampang pada sesi saresehan paska acara Kajian Ahad Pagi. [*]
Purbalingga, Ahad, 12 Juni 2022M/12 Dzulqo’dah 1443 H

