Wisuda Santri Angkatan XXIII KMI Nurul Huda Purbalingga

OOO07867
Kegiatan Publikasi

Wisuda Santri Angkatan XXIII KMI Nurul Huda Purbalingga

Ahad, 03 Juli 2022. Ribuan peserta menghadiri Tabligh Akbar dan Wisuda Santri Kulliyatul Mu’alimin Al-Islamiyah (KMI) Nurul Huda Purbalingga Angkatan XXIII Tahun Ajaran 2021 – 2022.

Sebanyak 61 wisudawan dan wisudawati melakukan ikrar perjanjian sebelum mereka melakukan kewajiban tugas wiyata bhakti selama satu tahun sebagai syarat pengambilan Ijazah. Terdiri dari 20 santri dan 41 santriwati telah dinyatakan menjadi ustadz dan ustadzah muda yang akan terjun di masyarakat. Mereka adalah kader dakwah yang akan membersamai umat menebar kebaikan dan menyemai kebermanfaatan.

Berlaku sebagai MC Ustadz Faridz Dzulfikar memandu acara ini dengan baik, Ananda Gilar Panji Madani santri asal Banjarnegara memulai membuka acara dengan bacaan Al-Qur’an yang begitu merdu. Acarapun dimulai sekitar pukul 08.30 WIB.

Sambutan pertama dilakukan oleh Kepala Sekolah KMI Nurul Huda Purbalingga Ustadz Fathin Alfan, S.Pd.I, beliau sekaligus mewakili panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada para hadir atas terlaksananya acara ini dan menyampaikan permohonan maaf jika terdapat banyak kekurangan. Alhamdulillah pelaksanaan acara ini berjalan sesuai dengan rencana berkat kerja keras para panitia dan seluruh dewan asatidz yang telah bertugas. Tak lupa pula ucapan terima kasih Jazakumullahu Khoiron kepada para wali dan donator yang terus mensuport hingga proses pendidikan di KMI Nurul Huda Purbalingga di bawah naungan Yayasan Islam Nurul Huda Purbalingga berjalan lancar dan semakin maju.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Yayasan Islam Nurul Huda Purbalingga Ustadz Ali Mubarok, M.Pd. Beliau menjelaskan tentang progres Yayasan yang sedang berjalan sekaligus menginformasikan akan adanya peluang amal sholih pengembangan, pembebasan tanah dan peluang wakaf relokasi beberapa unit di bawah naungan Yayasan Islam Nurul Huda Purbalingga yang saat ini sedang menjadi konsentrasi Yayasan. Ustadz Ali berharap agar semua pihak ikut serta dalam proyek kebaikan ini dengan menyalurkan donasi, pikiran dan doa nya agar proyek Yayasan ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. Secara khusus Ustadz Ali Mubarok menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh donator, jajaran kepemerintahan yang sampai hari ini telah membimbing Yayasan Islam Nurul Huda Purbalingga sehingga dapat ikut serta dalam mencerdaskan anak-anak Indonesia secara khusus di daerah Purbalingga. Semoga dikemudian hari Yayasan Islam Nurul Huda Purbalingga semakin baik, tidak hanya jenjang PAUD, TK, SD, MTs dan Aliyah saja, namun juga pada tingkat perguruan tinggi.

Sambutan ketiga disampaikan oleh Bapak Drs. Ajib Mudzakir selaku Ketua Yayasan At-Tamadun Kemranjen, Banyumas. Yayasan At-Tamaddun adalah partner Yayasan Islam Nurul Huda Purbalingga dalam menjalankan program pendidikan unit KMI Nurul Huda putri yang secara lokasi terletak di kecamatan Kemranjen. Yayasan Islam Nurul Huda Purbalingga telah melakukan MoU dengan Yayasan At-Tamaddun Banyumas selama 15 Tahun dalam proyek pendidikan ini. Bapak Ajib Mudzakir berharap kerjasama kebaikan ini akan terus berlanjut, Yayasan At-Tamaddun banyak termotifasi dari Yayasan Islam Nurul Huda Purbalingga dalam melayani masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan. Dalam kesempatan ini beliau Bapak Ajib Mudzakir juga menyampaikan permohonan maaf jika masih banyak kekurangan yang ada pada Yayasan At-Tamaddun dalam menyediakan sarana prasarana selama bekerjasama dalam proyek penyelenggaraan pendidikan bersama Yayasan Islam Nurul Huda Purbalingga dalam hal ini unit putri KMI Nurul Huda. Semoga kedepannya akan semakin baik lagi.

Sambutan keempat datang dari bapak camat mewakili unsur kepemerintahan desa karangreja, kecamatan Kutasari, kabupaten Purbalingga. Sambutan yang disampaikan oleh Bapak Eko Juli Purnomo selaku sekertaris kecamatan Kutasari membacakan pesan teks yang sudah Bapak camat buat. Bapak Titis Panjer Rahino, S.STP mengucapkan selamat kepada para santri yang berkesempatan diwisuda tahun ini, semoga ilmu yang mereka dapatkan bermanfaat dunia maupun akhirat. Tanggungjawab pendidikan adalah tanggungjawab bersama, maka seluruh elemen masyarakat harus saling mensuport dan membantu agar terlaksananya pendidikan masyarakat kita dengan baik. Bapak Titis mengapresiasi kepada Yayasan Islam Nurul Huda Purbalingga yang terus berjuang untuk mensukseskan pendidikan di wilayah kecamatan Kutasari. Meski berhalangan hadir dan tidak bisa menyampaikan pesan secara langsung, namun butir-butir penyampaian yang diselingi dengan pantun begitu jelas dan menyita perhatian para hadir.

Acara inti prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Kiayi pesantren Ustadz Furqon Syuhada’, S.H.I. Pembacaan ikrar alumni dilaksankan seksama disaksikan oleh para hadir. Diantara pesan yang beliau sampaikan kepada wisudawan dan wisudawati setelah proses wisuda dilakukan adalah :

  1. Kebiasan yang harus dijaga santriwan adalah shalat 5 waktu berjamaah dan bagi santriwati adalah shalat di awal waktu.
  2. Saling mengingatkan untuk melazimi qiroatul Qur’an & qiyamul lail.
  3. Khusus untuk wisudawati: Pertahankan sifat malu dengan mempertahankan busana muslimah

Ucapan terimakasih kepada seluruh asatidzah dan karyawan pesantren disampaikan oleh perwakilan wisudawan dan wisudawati Ananda Fawaz Rozin. Mereka mengucapkan beribu terima kasih kepada ustadz, orangtua dan seluruh pihak yang telah ikut andil dalam proses mendidik mereka hingga capaian yang mereka dapatkan saat ini. Permohonan maaf mereka ucapkan, dan mereka juga berpesan kepada temen-teman dan seluruh santri bahwa untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah dan Istiqomah dimana saja mereka berada, terus pegang bara kebaikan sekalipun panas rasanya, ditutup dengan penuh semangat Ananda Fawwaz Rozin menyampaikan, “Bahwa orang – orang hebat adalah hasil dari tangan orang – orang hebat”.

Persembahan nasyid perpisahan “Ummati” menjadi penyempurna ungkapan hati mereka di moment berharga dalam hidup mereka.

Bertindak sebagai wakil dari para wali, Bapak Santoso selaku wali dari Ananda Almas menyampaikan banyak hal pada kesempatan kali ini, beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh asatidz yang telah mendidik anak-anak sampai lulus, sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas kenakalan anak-anak selama masa pendidikan di pesantren. Tak lupa pesan mendalam disampaikan bahwa wisuda ini adalah awal dari perjuangan, mudah mudahan menjadi ilmu jariyah untuk hari mendatang.

Pembacaan prestasi dilakukan oleh Ustadz Abdurrasyid selaku wakil kepala sekolah KMI Nurul Huda Purbalingga, secara simbolik KH. Roghib Abdurrahman selaku MUI Purbalingga yang hadir menjadi tamu undangan khusus pada acara ini memberikan apresiasi kepada wisudawan terbaik dalam bidang tahfidz, Kapten Inf Suhadi Danramil Kutasari menyerahkan hadiah apresiasi prestasi dalam bidang akademik dan Iptu Tedy Subiyarsono Kapolsek Kutasari juga turut serta memberi hadiah apresiasi prestasi dalam bidang kesantrian. Para tamu hadir lain dari kemenag, jajaran kepemerintahan dan masyarakat desa karangreja menyaksikan prosesi ini.

Sebagai salah satu puncak acara Dr. KH. M Kholid Muslih, MA Direktur Paskasarjana UNIDA Gontor menyampaikan tabligh akbar sekaligus pesan khusus kepada para wisudawan dan wisudawati, dengan tema “Membangun Peradaban Ilmu” beliau membawakan materi yang sangat luar biasa, beliau menyampaikan hendaknya hari ini semua orang merasa berbahagia.

Q.S Yunus: 58

قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

“Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.

Kedatangan beliau menghadiri undangan wisuda KMI Nurul Huda Purbalingga merupakan takdir Allah, beliau termasuk orang yang ditarik hatinya oleh Allah, berarti beliau mendapatkan tugas khusus.

Beliau berpesan kepada semua orangtua yang hadir agar berbanggalah mereka semua sebagai orang tua yang menyekolahkan putra-putrinya di pesantren, karena nantinya akan menjadi dokter ruh yang bisa menghidupkan hati. Dr. Kholid Muslih, MA menjelaskan bahwa Dokter itu ada dua jenis: dokter jasad dan dokter ruh. Beliau kembali menjelaskan bahwa kematian orang secara jasad, tapi hidup ruhnya sesungguhnya dia hidup. Sebaliknya hidup secara jasad tapi mati ruhnya maka sesungguhnya ia mati dalam kehidupan.

Tujuan pendidikan yang sebenarnya menurut beliau adalah : Sejauh mana akalmu lebih cerdas, sejauh mana hatimu lebih lembut, sejauh mana akhlakmu tinggi, sejauh mana kemandirianmu dan kedewasaanmu itu meningkat.

Dan beliau juga menjelaskan bahwa penyakit hati itu ada dua : Rusaknya ilmu karena kebodohan dan rusaknya keinginan dan perasaan karena hawa nafsu. Maka Jangan pernah berhenti untuk belajar, karena ilmu adalah jalan hidayah, karena ilmu adalah jalan menguasai dunia dan akhirat.

Selamat dan Sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawti KMI Nurul Huda Purbalingga Angkatan XXIII, Selamat bertugas..! [*]

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *