Perpustakaan Nurul Huda, Pusat Literasi dengan Koleksi Kitab Fisik dan Digital

perpus
Informasi Kabar Kegiatan KMI Nurul Huda Publikasi Santri

Perpustakaan Nurul Huda, Pusat Literasi dengan Koleksi Kitab Fisik dan Digital

Purbalingga,  29 Agustus 2026 – Dalam mendukung kegiatan pendidikan dan meningkatkan budaya literasi di lingkungan pesantren, Pondok Pesantren Nurul Huda Purbalingga menyediakan perpustakaan sebagai salah satu fasilitas penunjang kegiatan belajar dan pengembangan wawasan para santri.

Perpustakaan Ponpes Nurul Huda tidak hanya menyediakan berbagai koleksi kitab dan buku dalam bentuk fisik, tetapi juga terus mengikuti perkembangan teknologi dengan menghadirkan sumber referensi dalam bentuk digital. Salah satunya adalah Maktabah Syamilah (المكتبة الشاملة), sebuah perpustakaan digital yang memuat beragam referensi keislaman dan kitab-kitab dari berbagai bidang ilmu.

Direktur Ponpes Nurul Huda Purbalingga Ustadz Furqon Syuhada, S.H.I., mengatakan, bahwa keberadaan Maktabah Syamilah memberikan kemudahan bagi para santri dalam mencari dan mempelajari berbagai referensi keislaman secara lebih cepat dan praktis. Santri dapat melakukan pencarian berdasarkan judul kitab, nama ulama, maupun pembahasan tertentu, sehingga proses belajar dan pendalaman ilmu menjadi lebih efektif.

“Adanya Maktabah Syamilah memudahkan santri dalam mencari dan mempelajari berbagai referensi keislaman dengan cepat dan praktis,” kata Ust Furqon.

Koleksi dalam bentuk fisik tetap menjadi bagian penting dari perpustakaan pesantren. Para santri dapat membaca dan mengkaji kitab secara langsung, sekaligus membangun kebiasaan membaca dan menelaah literatur secara mendalam. Sementara itu, koleksi digital menjadi pelengkap yang memberikan alternatif akses terhadap sumber-sumber keilmuan yang lebih luas.

Perpaduan antara koleksi kitab fisik dan perpustakaan digital tersebut menjadi salah satu upaya Ponpes Nurul Huda Purbalingga dalam menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan tradisi keilmuan pesantren.

Dengan fasilitas tersebut, perpustakaan diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang nyaman dan produktif bagi para santri, sekaligus mendorong mereka untuk semakin gemar membaca, meneliti, berdiskusi, dan memperdalam khazanah keilmuan Islam.

“Harapan kami, perpustakaan bisa menjadi ruang belajar yang nyaman dan produktif,” ujar Ust Furqon.

Perpustakaan Ponpes Nurul Huda Purbalingga pada akhirnya bukan sekadar tempat menyimpan buku dan kitab, tetapi menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan pesantren dalam membentuk generasi santri yang berilmu, berwawasan luas, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar.

 

Kontributor: Hari Setiawan, S.Pd.